Jumat, 03 Desember 2010
MENCARI NAMA TUHAN
Karena kepercayaanku yang besar akan adanya Tuhan, waktu kecil aku merasa takut, kalau-kalau aku salah memilih Tuhan. Suatu ketika, aku pernah bersimpuh dan bertanya pada Tuhan semesta alam, " Ya Tuhan penguasa alam semesta.... hamba amat mempercayai keberadaan Engkau... akan tetapi sayangnya hamba tidak mampu melihat Engkau. Bolehkah hamba bertanya padaMu ? Siapakah sebenarnya namaMu ? Agama apakah yang merupakan agamaMu, di muka bumi ini ? Benarkah namaMu Allah ... atau ...siapa ? Tolong... jawablah pertanyaan hamba ini, karena hamba tidak mampu melihatMu.... hamba tidak ingin suatu saat nanti di kehidupan setelah mati, hamba Engkau persalahkan karena salah menyembah Tuhan penguasa alam semesta, oleh karenanya, jawablah pertanyaan hamba... karena hamba sudah bertanya padaMu...."
Pertanyaan besar yang membuatku sangat ingin tahu kebenarannya itu, tidak langsung dijawab olehNya, akan tetapi kemudian Tuhan mengarahkanku, dengan keinginan yang sangat besar untuk mempelajari tafsir Al-Qur'an, hadist, serta kisah tauladan Rasul dan sahabatnya, dimana aku banyak menemukan keadilan serta kebenarannya yang terjadi dalam kehidupanku maupun yang kuamati terjadi di sekitarku serta alam semesta. Aku bahkan selalu tak mampu menahan linangan air mata saat merasakanNya amat dekat denganku, menjawab setiap pertanyaanku, mengabulkan do'a-do'aku, bahkan memperingatkanku jika aku berbuat khilaf dan salah, serta merasakan kebesaranNya.
Untuk aku pribadi... aku merasa telah mendapatkan petunjuk....
Rabu, 01 Desember 2010
MENGAPA SINGA HARUS DICIPTAKAN ?!
Suatu ketika aku nonton televisi. Saat itu acaranya menampilkan suasana kehidupan liar. Asyik juga melihat kehidupan binatang yang beraneka ragam, di alam yang bebas...indah...segar... dan masih murni. Akan tetapi rasa damai..tentram... yang kurasa... seketika harus terusik oleh tayangan berikutnya. Tayangan yang hadir kemudian, membuatku sangat miris, sedih...perih...dan aku tak lagi sanggup untuk terus menyaksikannya...
Aku menyaksikan binatang-binatang kalau tidak salah ingat, kuda... waktu itu... ketika mereka sedang bergembira ria bersama... tiba-tiba harus dikejutkan oleh datangnya gerombolan singga yang mengacau keasyikan kumpulan kuda tersebut. Dan yang membuatku pedih hati... adalah ketika ternyata dengan amat sangat kejamnya, gerombolan singa itu membuat porak poranda keadaan harmonis yang mulanya hadir diantara kuda-kuda tersebut... ada kuda yang sudah tampak tua... tapi yang lebih menyayat... ada juga kuda-kuda kecil tak berdaya yang harus ikut lari berhamburan menghidari serangan jahat si raja hutan. Astaghfirullah... aku jadi amat sedih... ngeri...ingin rasanya dapat menolong kuda-kuda itu terlepas dari kejaran singa-singa jahat itu.... namun...kemudian, aku justru menyaksikan ada kuda tak berdaya yang berhasil ditangkap oleh makhluk-makhluk kejam itu...
Ya...Allah... segera kumatikan televisiku, aku tidak sanggup melihat penderitaan kuda yang berhasil ditangkap oleh singa-singa itu... aku tidak ingin mendengar, apalagi melihat penderitaan makhluk hidup apapun dan manapun.... walaupun itu toh sekedar binatang.... kemudian dengan sedih dan perih aku mengeluh padaNya.
"Ya Allah... mengapa Engkau harus ciptakan singa dan harimau, yang hanya makan daging, sehingga hanya membuat penderitaan bagi binatang lainnya..."
"Allah menciptakan singa dan harimau, sebagai peringatan kepada manusia di dunia, agar jika mendapat amanah jadi pemimpin di dunia, tidak berbuat semena-mena terhadap rakyatnya seperti layaknya yang diperbuat oleh singa atau harimau, karena perbuatan demikian hanya dilakukan oleh binatang yang tidak berakal. Dan segala yang diciptakan oleh Allah tidaklah sia-sia, agar menjadikan pelajaran dan peringatan pada umat manusia..."
Aku terkejut ketika tiba-tiba muncul sebuah jawaban dalam hatiku, yang menerangkan pertanyaanku atas dukaku melihat penderitaan makhluk yang tidak berdaya, akibat dari kekejaman makhluk-makhluk ciptaanNya juga. Jawaban itu seketika itu membuatku mengerti dan lega hati. Aku tidak lagi mengeluh dan menyalahkanNya atas kebijakan yang telah ditetapkanNya di muka bumi. Aku tidak lagi terlalu bersedih hati. Karena Dia pasti Maha Tahu apa yang terbaik...
Semoga Tuhan selalu memberi kita (umat manusia) petunjukNya.......
BENARKAH ORANG ISLAM DI NEGERI INI SUDAH BANYAK YANG JADI MUNAFIK ?
Aku merasa telah terlahir di jaman yang cukup sulit. Benar aku sangat bersyukur tidak lahir dijaman penjajahan bangsa asing, tapi aku merasa sangat prihatin dengan nasib bangsaku, karena lahir di jaman kebobrokan moral. Kalau dulu bangsa kita terancam sengsara di dunia karena hidup di bawah penindasan bangsa lain, tapi kini bangsaku terancam kesengsaraan yang berkepanjangan di akherat nanti. Benar banyak bangsaku sudah hidup bahagia dan sejahtera, tapi sayang, kesejahteraan mereka tidak membuat mereka bersyukur serta lebih mendekatkan diri pada Allah, malah sebaliknya kerakusan dan ketamakanlah justru yang membelit mereka.
Arus busuk yang berkembang, membuatku seperti orang terasing. Aku selalu sulit menemukan teman berbincang yang seide, karena aku hanya banyak menemukan orang-orang yang mengesahkan rekayasa dan kemunafikan. Aku seakan malah dianggap bodoh, karena menolak mengikuti arus. Kalau saja bukan karena takutku pada Allah....tidaklah kesulitan bagiku untuk mengikuti arus busuk yang berkembang, tidaklah hatiku seprihatin ini.... tapi karena kepercayaanku yang terlalu tinggi padaNya, telah membuatku resah.....mengapa Tuhan mengujiku dengan menghadirkanku diantara orang-orang yang lisannya mengucap 'percaya pada Allah', tapi kenyataannya mereka tidak pernah menganggap Allah ada. Mereka melakukan kebohongan besar dengan mengatakan 'beriman', 'percaya' pada Tuhan.... pada Allah. Mereka telah mempermainkan dan membuat olok-olokan dengan keimanan mereka. mereka tidak takut pada Allah... mereka hanya takut pada uang dan manusia. Uang bahkan seakan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada Tuhan sendiri..... Astagfirullah..... sebenarnya aku tidak tahan melihat bangsaku seperti ini..... aku kuatir mereka tidak lagi dapat digolongkan sebagai orang-orang yang beriman....
Tapi anehnya, sebagian lagi merasa begitu bangga dan bahagia, dengan sibuk melakukan hal-hal haram, tapi juga sibuk memperkuat ibadahnya pada Tuhan. Kebohongan macam apa yang telah mereka perbuat ? MasyaAllah....sungguh kurang ajar mereka ....maunya mendapatkan surga dunia, dengan hidup bebas tanpa batasan, diakherat...juga selamat dari siksa neraka. Memangnya Tuhan anak kecil bodoh yang bisa di bohongi dengan berpura-pura manis, tapi dibelakangnya, disembuyikan benda-benda busuk ? Ah...sungguh penghinaan luar biasa padaNya.... Aku tidak mampu membayangkan murka Allah atas penghinaan yang demikian itu. Walau Tuhan Maha Pengampun, tapi tidak semata-mata kemudian sengaja berbuat jahat... untuk kemudian mohon ampun....Aaahh..... dimana akal sehat mereka....memangnya Tuhan yang Maha segalanya.... semudah itu diajak kongkalikong.... sorry ya... jangan samakan Tuhan dengan aparat di negeri ini.... yang akan segera meluaskan ampunan atas kejahatan seseorang hanya sekedar dengan jejalan 'uang' suap.... ... Ya Allah...berikanlah petunjuk pada umat manusia, termasuk bangsaku.... dan turunkanlah keadilan di negeri ini dengan segera.....
Arus busuk yang berkembang, membuatku seperti orang terasing. Aku selalu sulit menemukan teman berbincang yang seide, karena aku hanya banyak menemukan orang-orang yang mengesahkan rekayasa dan kemunafikan. Aku seakan malah dianggap bodoh, karena menolak mengikuti arus. Kalau saja bukan karena takutku pada Allah....tidaklah kesulitan bagiku untuk mengikuti arus busuk yang berkembang, tidaklah hatiku seprihatin ini.... tapi karena kepercayaanku yang terlalu tinggi padaNya, telah membuatku resah.....mengapa Tuhan mengujiku dengan menghadirkanku diantara orang-orang yang lisannya mengucap 'percaya pada Allah', tapi kenyataannya mereka tidak pernah menganggap Allah ada. Mereka melakukan kebohongan besar dengan mengatakan 'beriman', 'percaya' pada Tuhan.... pada Allah. Mereka telah mempermainkan dan membuat olok-olokan dengan keimanan mereka. mereka tidak takut pada Allah... mereka hanya takut pada uang dan manusia. Uang bahkan seakan memiliki kedudukan lebih tinggi daripada Tuhan sendiri..... Astagfirullah..... sebenarnya aku tidak tahan melihat bangsaku seperti ini..... aku kuatir mereka tidak lagi dapat digolongkan sebagai orang-orang yang beriman....
Tapi anehnya, sebagian lagi merasa begitu bangga dan bahagia, dengan sibuk melakukan hal-hal haram, tapi juga sibuk memperkuat ibadahnya pada Tuhan. Kebohongan macam apa yang telah mereka perbuat ? MasyaAllah....sungguh kurang ajar mereka ....maunya mendapatkan surga dunia, dengan hidup bebas tanpa batasan, diakherat...juga selamat dari siksa neraka. Memangnya Tuhan anak kecil bodoh yang bisa di bohongi dengan berpura-pura manis, tapi dibelakangnya, disembuyikan benda-benda busuk ? Ah...sungguh penghinaan luar biasa padaNya.... Aku tidak mampu membayangkan murka Allah atas penghinaan yang demikian itu. Walau Tuhan Maha Pengampun, tapi tidak semata-mata kemudian sengaja berbuat jahat... untuk kemudian mohon ampun....Aaahh..... dimana akal sehat mereka....memangnya Tuhan yang Maha segalanya.... semudah itu diajak kongkalikong.... sorry ya... jangan samakan Tuhan dengan aparat di negeri ini.... yang akan segera meluaskan ampunan atas kejahatan seseorang hanya sekedar dengan jejalan 'uang' suap.... ... Ya Allah...berikanlah petunjuk pada umat manusia, termasuk bangsaku.... dan turunkanlah keadilan di negeri ini dengan segera.....
Langganan:
Postingan (Atom)
