Senin, 25 Januari 2016

AJAIBNYA BERDZIKIR DENGAN SURAT ALI MRAN AYAT 26

         Aku memiliki pengalaman merasakan ajaibnya berdzikir dengan membaca surat Ali Imran ayat 26.
          Kejadiannya dimulai bertahun-tahun yang lalu. Rekan kerja sekantorku tanpa aku ketahui dengan pasti apa sebabnya, sering berusaha menjatuhkan aku, baik itu berupa fitnahan maupun dengan cara mempengaruhi teman dan atasan. Ujian itu cukup membuatku sedih, namun aku berusaha menguatkan diri dan lebih menyerahkan diri kepadaNya. Karena merasa tak berdaya, aku manumpahkan isi hatiku pada Tuhanku, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, agar memberiku kekuatan menghadapi ujian tersebut.
          Pada suatu hari, ketika aku membaca Al Qur'an dan tafsirnya, tiba-tiba aku terpesona pada salah satu ayat yang terdapat pada surat Ali Imran. Ayat tersebut adalah ayat 26. Kurang lebihnya berbunyi demikian,  Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." aku pikir ini adalah do'a sangat bagus yang diajarkan Allah pada RasulNya, Muhammad. Allahlah yang berhak memuliakan dan menghinakan siapapun, maka aku harus berdzikir dengan ayat tersebut, agar Allah subhanahu Wa Ta'ala yang Maha mengetahui yang benar, akan membuka kebenaran, siapa yang berhak untuk dimuliakan dan siapa yang dihinakan, sesuai amal perbuatannya masing-masing.
          Maka setiap kali aku ingat bagaimana rekanku tersebut berusaha menjatuhkanku di mata teman-teman dan atasan, aku terus mengucap ayat tersebut, dan berkonsentrasi pada 'Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki', dengan harapan Allah akan memuliakanku, walau ada manusia yang berusaha menghinakan aku.
          Apalah yang bisa diperbuat manusia jika Allah telah berkehendak. Tidak lama setelah aku rutin membaca ayat tersebut, secara bertahap dengan ajaibnya Allah membuka aib rekan kerja tersebut di depan banyak orang, Sebaliknya Allah membukakan jalan bagiku untuk mendapatkan kemuliaan-kemuliaan yang membuka mata banyak orang tentang kebenaran, siapa yang benar dan siapa yang salah.
          Setelah aku tahu rekanku tersebut mulai berhenti menjatuhkanku, mungkin karena tidak punya alasan lagi untuk menjatuhkanku, aku berhenti berdzikir dengan ayat tersebut. Dan keajaiban itu ternyata terjadi tanpa aku sadari setelah bertahun-tahun kemudian. Temanku tersebut yang selama belasan tahun memegang suatu jabatan empuk dan seakan tidak seorangpun yang berhak atau berani menggantikannya, tiba-tiba terkena masalah. Dan ajaibnya pimpinan kami menunjuk aku menggantikannya, padahal banyak orang mendamba jabatan tersebut. Mulanya aku menolak, karena aku merasa tidak layak, masih ada yang lebih senior yang seharusnya memangku jabatan tersebut apalagi aku kuatir rekanku yang suka menjatuhkanku tersebut bisa sakit hati kembali padaku, karena aku bisa dianggap merebut jabatannya. Tapi pimpinanku bersikeras akulah yang harus mengemban tugas tersebut. Akhirnya aku menerimanya.
          Setelah menggantikan jabatan rekanku tersebut, aku yang sebenarnya merasa aneh mengapa aku yang ditunjuk menggantikannya, tiba-tiba tersadar dan teringat dengan dzikirku ketika merasa teraniaya dulu dengan membaca Surat Ali Imran ayat 26. MasyaAllah... padahal tujuanku membaca ayat tersebut agar mendapat kemuliaan, ternyata Allah telah memberiku lebih, karena dalam ayat tersebut menyebutkan,' Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki.'  Ternyata, kekuasaan rekanku tersebutpun, dialihkan kepadaku pula. Allahu Akbar...



             



Tidak ada komentar:

Posting Komentar